Rabu pagi terdengar kabar baha gunung merapi meletus. Sontak saja berita2 beredar luas baik lewat TV maupun cetak bahkan di situs jejaring sosialpun ramai dibicarakan.
Namun ada satu berita yang menggugah rasa penasaran saya. Saya masih ingat tahun 2006 lalu mengenai kondisi merapi yang akan meletus dari situ terkenal sesosok orang tua yang kita kenal sekarang sebagah Mbah Marijan yang langsung menjadi bintang iklan di salah satu produk minuman berenergi.
Tahun 2006 mbah marijan menolak untuk diungsikan, karena dia yakin gunung merapi tidak akan meletus. Maklum katanya dia itu Kuncen/Juru kunci Gunung Merapi. Tapi sekarang 27 Oktober 2010 kurang lebih 4 tahun setelah kejadian itu Gunung merapi benar-benar meletus. Apa yang terjadi?
Mbah marijan ternyata tetap tidak turun Gunung alias ngungsi dari desanya yaitu Desa Kinaherjo. Apa yang terjadi, Terberitakasn bahwa Sang kuncen mbah marijan Meninggal, mungkin yang menjadi bahan pemikiran saya lebih jauhnya adalah diberitakan dia meninggal dalam keadaan sujud seperti yang ada di foto yang saya upload dari detik.com.
Jujur saja saya katakan saya adalah orang yang tidak simpati dengan status dia sebagai Juru kuncen yang bagi saya sarat dengan kesyirikan. Lalu bvagaimana dengan ternyata kondisi meninggalnya ketika dia sedang sholat. Wallahu'alam saya hanya bisa ber husnudzon saja. semoga di akhir hidupnya itu merupakan akhir yang baik buatnya.
Tak ad artinya berburuk sangka terhadap hal ini. kalaupun toh dia ternyata nanti masuk surga, ngapain saya berburuk sangka dengan penghuni surga. kalaupun dia ternyata masuk neraka, ngapain juga. yang ad juga kasihan kalau ternyata dia penghuni neraka.
Tapi ada satu hal yang saya khawatirkan sepeninggal mbah marijan apalagi dengan image bak pahlawan yang dielu-elukan banyak orang. Yaitu pembenaran oleh mayoritas masyarakat mengenai apa yang telah ia lakukan semasa hidupnya menjadi juru kunci. yang akhirnya masyarakat akan terseret kedalam jurang kesyirikan, ini yang sangat membahayakan. meletusnya gunung merapi bukan hanya menjadi bencana alam mungkin akan menjadi bencana kesyirikan. Maka pantas saja kalau Allah murka terhadap hambanya yang berbuat syirik dan membenarkanya dan membiarkanya.
Ketika ada seorang hamba yang mendekati zina saja bumi akan memanas apalagi dengan hamba yang berbuat syirik, membenarkan dan membiarkanya, dan ini dilakukan bukan oleh satu orang tetapi oleh banyak orang. Apa yang akan terjadi dengan bumi? apa yang akan Allah perintahkan kepada bumi, "muntahkanlah apa yang ada dalam isi perutmu hai bumi!" mungkin itu perintahnya.
Semoga kebaikan-kebaikan, amal Soleh, Orang-orang yang beriman yang ada di negeri ini mampu menahan murka Allah, Semoga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar